Omicron Telah Menembus Angka 333 Kasus Positif, Indonesia Tutup Pintu Masuk untuk WNA Dari 14 Negara

 

beritaterbaru.net-Kementerian Kesehatan (kemenkes) telah membaritahu total konfirmasi omicron sudah menyentuh angka 333 orang terhitung Sabtu (8/1). Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

“Pemerintah telah mencatat penambahan kasus sebanyak 199 orang, sehingga total konfirmasi omicron sebanyak 333 orang,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/1) lalu.

Widya menuturkan kalau tambahan kasus baru tersebut terdiri dari 230 orang di antaranya pelaku perjalanan internasional.

Dengan begitu, secara keseluruhan dari awal kasus omicron pada Desember 2021 hingga akhir pekan ini, kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

“Secara akumulatif, kasus paling banyak berasal dari Turki dan juga Arab Saudi. Kemudian, kebanyakan kasus konfirmasi omicron adalah mereka yang sudah lengkap dengan vaksinasi covid-19,” tutur Widyawati.

Kendati begitu, saat ini sebanyak 99 persen kasus omicron yang telah diisolasi memiliki gejala ringan bahkan tanpa gejala. Kemudian 4,3 persen kasus memiliki komorbid, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Sedangkan, satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmidzi menyebut Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, seperti penambahan obat molnupiravir dan paxlovid.

“Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit,” papar Nadia.

Sebagai informasi, sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan. Kini omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan terus meluas. Di levelnasional, pergerakan omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Larangan untuk masuk ke Indonesia untuk WNA dari 14 negara

Mengingat situasi global saat ini. Pemerintah Indonesia telah bergegas mengambil langkah antisipasi dengan menutup untuk sementara waktu masuknya WNA ke Indonesia. Baik secara langsung maupun transit dan atau sebelumnya pernah tinggal dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Aturan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Nomor 1 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Yang mulai berlaku efektif pada tanggal 7 Januari 2022 sampai waktu yang tidak ditentukan.

Total ada 14 negara yang dilarang diantaranya :

  1. Afrika Selatan
  2. Norwegia
  3. Botswana
  4. Perancis
  5. Angola
  6. Xambia
  7. Malawi
  8. Mozambique
  9. Namibia
  10. Zimbabwe
  11. Lesotho
  12. Eswatini
  13. Denmark
  14. Inggris.

Pengecualian dapar berlaku bagi WNA yang memiliki visa diplomatik dan dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan yang masuk ke Indonesia. Dengan skema Travel Corridor Arrangment, WNA dibawah 15 tahun, delegasi negara anggota G20, WNA yang dalam 14 hari terakhir tidak memiliki riwayat perjalanan ke 14 negara diatas, pemegang KITAS dan KITAP, WNA yang belum bisa vaksin karena ada penyakit penyerta.

Sedangkan WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri tetap diperbolehkan untuk masuk ke Indonesia dengan catatan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Meskipun tetap diperbolehkan, Juru Bicara Vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk  menunda atau membatalkan rencana melakukan perjalanan keluar negeri untuk kepentingan yang tidak terlalu mendesak. Hal ini mengingat Omicron memiliki daya tular yang jauh lebih cepat dibandingkan varian yang ada, sehingga potensi penyebarannya sangat tinggi.

“Diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan apalagi berwisata disaat risiko penularan omicron sangat tinggi,” kata dr. Nadia.

Jenis masker yang tidak di anjurkan untuk di gunakan

Masyarakat pun diminta untuk selalu patuhi protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker. Namun, masyarakat juga harus waspada, karena beberapa jenis masker tidak dianjurkan sebagai upaya pencegahan terinfeksi terutama varian Omicron.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, telah menjelaskan masker seperti apa yang efektif menangkal virus.

Menurutnya, masker seperti N95 yang harus digunakan para petugas medis dan double masker (masker bedah yang ditambah dengan masker kain) untuk pengunaan sehari-hari.

Beberapa masker juga harus dihindari masyarakat. Berikut adalah berbagai masker yang harus dihindari, yang sudah di rangkum dari berbagi sumber.

Masker Katup

Masker ini tidak disarankan karena dapat menularkan orang sekitar. Jenis masker katup dapat membawa hembusan napas dari pemakai masker keluar. Sehingga kalau pemakai masker katup ini adalah penderita covid-19, maka udara yang keluar dari masker akan membahayakan sekitarnya.

Masker Buff

Studi menunjukan masker buff yang kerap dipakai oleh pengendara sepeda motor adalah jenis masker yang paling tak efektif, lantaran tak bisa menahan droplet ketika berbicara.

Masker buff bisa lebih berisiko tinggi menularkan covid-19 karena lebih banyak droplet yang tak tersaring. Bahkan bahan masker buff disebut dapat memecah droplet menjadi lebih kecil, dimana hal itu justru membahayakan orang lain jika dipakai oleh penderita covid-19.

Masker Kain Bukan Katun

Jenis masker kain dengan jenis bahan di luar katun sangat tidak disarankan. Masker kain yang aman dipakai sehari-hari setidaknya memiliki tiga lapis berbahan katun, karena mempunyai pori-pori yang rapat.

Masker kain yang menggunakan bahan lain umumnya tidak memiliki pori-pori serapat katun, hal ini justru berbahaya bagi pengguna. slot akun pulsa

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.