Ini dia, daftar penyebab kematian terbesar di dunia. Nomer 9, banyak terjadi di Indonesia.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat data kematian terakhir yang terjadi di dunia. Diketahui sepanjang tahun 2015 ada sekitar 56,4 juta kematian dan lebih dari setengahnya terjadi pada 9 kasus besar.

Bila dibandingkan dengan data sebelumnya yang ada di tahun 2000, terlihat ada kecenderungan pergeseran penyebab kematian terbesar. Misalnya salah satu kematian bayi akibat komplikasi persalinan sekarang sudah tidak ada lagi di posisi 10 besar, digantikan oleh kasus kecelakaan lalu lintas.

Dalam data terbaru yang dikumpulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tampaknya ada pergeseran tren yang terkait dengan penyebab kematian di dunia. Misalnya salah satu dari bayi yang meninggal karena komplikasi persalinan sekarang sudah tidak lagi berada di posisi 10 besar digantikan oleh kasus kecelakaan lalu lintas.

Jika total pada 2015 ada sekitar 56,4 juta kasus kematian. Sebagian besar disebabkan oleh penyakit non-menular akibat gaya hidup.

WHO menyebutnya penting untuk mengetahui apa yang membuat orang mati. Di masa depan, pihak berwajib dapat menggunakan data tersebut untuk merencanakan tindakan penanggulangan.

Dikutip dari situs resmi WHO, berikut artikel pasal kedua di atas 10 penyebab kematian di dunia:

1. Penyakit jantung iskemik

 


Penyakit jantung iskemik masih menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Pada 2015 sekitar 8,7 juta orang diperkirakan mati karenanya.

WHO mengatakan bahwa posisi penyakit jantung iskemik sebagai penyebab utama kematian tidak pernah terhambat selama 15 tahun terakhir.

2. Stroke


Setelah ketat dengan penyakit jantung iskemik, stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kasus kematian di dunia. Posisi stroke di peringkat dua penyebab kematian tidak berubah seperti pada tahun 2000 dengan jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 6,2 juta.

Pada penderita stroke, meski ia bertahan ia sering harus menghadapi kualitas hidup yang tidak lebih baik dari pada saat masih sehat. Itu karena sering pasien akhirnya mengalami cacat.

3. Infeksi saluran pernapasan (ISPA)


Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) rentan terhadap kematian jika terjadi pada anak-anak dan orang tua. Posisinya di peringkat tiga penyebab kematian di dunia tertinggi pada tahun 2015 tidak berubah seperti pada tahun 2000.

Diperkirakan jumlah korban tewas dari ISPA mencapai 3,1 juta orang.

4. Penyakit paru obstruktif kronik


Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang paling umum pada perokok. PPOK ditandai dengan aliran udara terbatas di saluran pernafasan karena peradangan paru dan progresif.

Jumlah kematian akibat COPD pada 2015 hampir mendekati ISPA pada sosok 3,1 juta orang.

5. Kanker paru-paru

 


Pada tahun 2000 penyebab kematian kelima tertinggi di dunia sebenarnya dipenuhi oleh diare. Hanya saja seiring berjalannya waktu ada pergeseran tren penyakit dan kini posisi kelima diisi oleh berbagai kasus kanker paru-paru.

Pada tahun 2015 diperkirakan 1,6 juta orang meninggal karena kasus kanker paru-paru.

6. Diabetes melitus


Diabetes melitus atau yang populer disebut diabetes adalah kondisi di mana tubuh seseorang tidak dapat memproduksi atau memproses hormon insulin dalam tubuh. Insulin penting untuk penyerapan glukosa sehingga orang yang memiliki kadar gula darah dalam darahnya jika tidak dipelihara akan selalu tinggi.

jika dibiarkan dalam waktu lama maka gula tinggi dalam darah akan menyebabkan berbagai kerusakan.

Pada tahun 2015 WHO mencatat bahwa diabetes mellitus bertanggung jawab atas sekitar 1,5 juta kematian. Dengan jumlah itu diabetes menempati posisi keenam dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia.

 

7. Penyakit diare

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal tapi terutama karena gangguan pencernaan. Pada anak-anak dan orang tua diare yang tidak sehat rentan mengalami dehidrasi yang menyebabkan komplikasi.

Pada tahun 2015 WHO mencatat bahwa penyakit diare menyumbang sekitar 1,3 juta kematian di seluruh dunia.

8. Tuberkulosis atau TBC

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular menular yang disebabkan oleh bakteri. TBC dapat diobati hanya membutuhkan waktu lama, mengharuskan kepatuhan pasien untuk minum obat secara teratur.

Sayangnya, terkadang pasien tidak mematuhi peraturan sehingga perawatan putus di tengah jalan. Sebagai akibatnya sekarang semakin banyak kasus munculnya bakteri TB yang telah resistan terhadap obat.

WHO mengatakan pada tahun 2015 TB secara keseluruhan menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta orang.

9. Kecelakaan lalu lintas

Pada tahun 2000 penyebab kematian tertinggi menempati posisi terakhir yang pernah dipenuhi oleh kasus kematian bayi akibat komplikasi. Namun sejak 2015 posisinya telah digantikan oleh kecelakaan lalu lintas yang merenggut sekitar 1,3 juta nyawa.

Itulah 9 penyebab kematian terbesar di dunia. semoga, dengan mengetahuinya  kita akan lebih waspada dan berhati-hati sedini mungkin. salah satunya dengan gaya hidup sehat.

Karena dengan menerapkan gaya hidup sehat membantu kita dalam mendapatkan kehidupan yang lebih sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *