Daftar Gembong Narkoba di Indonesia, Masih Bisa Kendalikan Bisnis Dari Dalam Penjara

beritaterbaru.net-Peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi kasus yang tak ada matinya. Hal ini pun tak lepas dari peran gembong narkoba yang mengontrol peredaran obat-obatan terlarang itu.

Bandar dan pengedar narkoba diberi ancaman maksimal hukuman mati, sebab mereka telah melanggar HAM.

Meskipun meringkuk di dalam penjara, nyatanya jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi beberapa gembong narkoba besar untuk tetap menjalankan bisnisnya. slot pakai pulsa 5000

Mungkin Indonesia tidak memiliki kartel narkoba hebat seperti yang ada di Meksiko. Namun keberadaan pada bandar atau sering dijuluki Raja Narkoba ini benar-benar meresahkan.

Bagaimana tidak, di tangan mereka, banyak orang Indonesia di bawa ke dunia yang sesat. Belum lagi generasi muda yang akhirnya memiliki masa depan suram akibat kecanduan narkoba yang sangat berbahaya ini.

Beruntunglah, akhirnya raja narkoba ini tertangkap dan diadili. Jika tidak, maka nasib semua orang di Indonesia bisa berada di ujung tanduk.

Indonesia yang hebat ini benar-benar akan hancur oleh peredaran narkoba yang sangat mengerikan. Berikut ulasan selengkapnya tentang siapa saja raja dan ratu narkoba yang ada di Indonesia itu dan mereka yang masih sempat-sempatnya mengendalikan bisnis dari dalam penjara.

1. Freddy Budiman

Pria yang lahir pada 18 Juli 1977 itu adalah seorang pengedar narkoba yang akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Dia adalah adik dari Eko Subagyo, yang juga pernah tertangkap mengedarkan sabu.

Freddy Budiman askhirnya menjadi terkenal akibat perlakuan istimewa yang di dapatnya, dengan mendapat ruangan untuk berhubungan seksual, berdasarkan pengakuan kekasihnya sebelum ia dieksekusi.

Ia juga dengan mudah mengembangkan jaringan pengedar dan meracik narkoba sendiri di dalam lapas.

Freddy Budiman adalah salah satu gembong narkoba terbesar dan terlicin yang pernah ada di Indonesia. Ia pertama kali ditangkap pada tahun 2009 silam. Ia mengimpor sekitar 1,4 juta pil ekstasi yang berasal dari Tiongkok. Akibat hal ini ia dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan dakwaan sebagai otak penyelundupan barang terlarang itu.

Gembong narkoba asal Jawa Timur ini akhirnya ditangkap pada tahun 2009 atas kepemilikan 500 gram sabu-sabu.

Pada tahun 2011, Freddy kedapatan memiliki ratusan gram sabu dan bahan pembuat ekstasi.

Kemudian pada tahun 2012, meskipun sedang ditahan, Freddy kembali menghebohkan publik karena mengimpor 1,4 juta pil ekstasi dari Tiongkok. slot pakai pulsa 5000

Pria asal Surabaya ini kemudian ditahan di LP Nusa Kambangan dan tewas pada 29 Juli 2016 dalam eksekusi mati.

Eksekusi Mati

Freddy Budiman dijadwalkan akan dieksekusi pada tanggal 29 Juli 2016 di Lapangan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Eksekusinya akan dilaksanakan oleh regu tembak Brimob. Ia merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi selain 13 terpidana mati lainnya, setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung.

Sesuai keinginan terakhirnya, Freddy dimakamkan di Surabaya, tanah kelahirannya, tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbah Ratu, Jalan Demak, di dekat rumahnya di Krembangan, Surabaya.

2. Amir Aco

Amir co adalah salah satu tersangka kasus narkoba yang paling lihai di Indonesia. Bagaimana tidak, ia pernah satu kali kabur dari penjara pada tahun 2014 silam. Amir co yang bernama lengkap Amiruddin ini memberi makan sipir yang sebelumnya sudah dicampurkan obat tidur.

Setelah menghirup udara bebas akhirnya ia ditangkap lagi pada awal tahun 2015 karena kasus yang sama. Kali ini dia membawa sabu-sabu seberat 1,2 kg dan ekstasi sebanyak 4.188 buah. Total barang haram itu memiliki nilai kurang lebih 4 miliar rupiah.

Kepada Amiruddin, Aco juga pernah mengaku terhubung dengan jaringan gembong narkoba yang sudah dieksekusi mati yaitu, Freddy Budiman.

Tapi, Amiruddin tak bisa mengorek lebih jauh bagaimana jaringan narkotik yang dikendalikan Aco dari penjara bekerja. “Dia orangnya tertutup,” ujar Amiruddin. “Makanya, dia sampai empat kali ganti pengacara.”

Demi mencegah bandar narkotik ini beraksi dari balik jeruji, Amir Aco kini berada di sel isolasi berukuran 2×1 meter persegi. slot pakai pulsa 5000

Karena berstatus tahanan khusus, tidak sembarang orang bisa menemuinya. Bahkan ibu kandungnya, Sufiati Daeng Kanang, mengaku sulit bertemu dengan anaknya itu.

Perempuan berusia 73 tahun ini menuturkan, untuk bertemu Aco, dia harus mengantongi surat izin dari Kejaksaan Negeri Makassar.

Itu pun tak mudah mengurusnya. Karena itu, sang ibu biasanya memilih menunggu pengacara Aco dari Jakarta berkunjung ke penjara. “Kalau tak ada pengacara, ya saya tidak bisa jenguk,” kata Sufiati melalui telepon pada Kamis, 25 Oktober lalu. Sejak ditahan di Lapas Sungguminasa, sang ibu mengaku baru lima kali bisa menjenguknya.

Akhirnya Amir Aco divonis mati dalam kasus narkotika oleh Pengadilan Negeri Makassar pada 11 Agustus 2015.

3. Rico Partikasih

Rico Patikasih adalah salah satu gembong narkoba paling besar di Indonesia, khususnya yang ada di Jakarta. Ia bersama rekan-rekannya menjalankan bisnis narkoba seperti bisnis narkoba pada kartel-kartel Meksiko.

Jumlah mereka sangat banyak, dan yang lebih mengerikan lagi mereka melawan ketika polisi melakukan penggerebekan di daerah Berlan, Jakarta Timur.

Dalam penyergapan yang dilakukan oleh polisi. Adu tembak tak bisa dihindari lagi. Bahkan ada korban dari pihak kepolisian dan juga informan. Dalam kasus ini Rico Partikasih meninggal dunia setelah menerima tembakan dari polisi.

4. Meirika Franola

Perempuan yang sering disebut dengan Ola adalah wanita yang sering mendapatkan julukan sebagai ratu narkoba Indonesia. Ia pernah tertangkap saat akan menyelundupkan narkoba seberat 3,5 kg untuk jenis heroin dan 3 kg untuk jenis kokain di Bandara Soekarno-Hatta. Niatnya ia akan membawa narkoba itu ke London dan diedarkan disana.

Berkat aksinya ini Franola akhirnya mendapatkan hukuman mati. Sayangnya saat SBY menjabat menjadi presiden ia mendapatkan pengampunan hingga hanya dihukum seumur hidup.

Kasus ini akhirnya bergulir hingga ada tersangka baru ditangkap pada tahun 2012. Uniknya, kurir narkoba ini adalah orang yang disuruh oleh Franola. Akhirnya ia kembali menjalani persidangan dan hukuman mati disematkan lagi padanya. slot pakai pulsa 5000

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *