5 Syarat Menikah yang Sah Sesuai Ajaran Islam

 

Perlu diketahui, pengertian dari syarat sah dalam menikah adalah dimana sahnya suatu pernikahan ditentukan berdasar atas pemenuhan syarat-syarat sebelum melakukan pernikahan sesuai dengan ketentuan ajaran Islam. Agar pernikahan dapat terlaksana sesuai dengan kaidah Islam.
Nah, terkait hal tersebut, berikut ini kami bagikan ulasan singkat mengenai syarat menikah yang sah dalam Islam yang sebaiknya anda ketahui. Silahkan disimak.

1. Ta’yin Az Zaujani

Yang pertama adalah Ta’yin Az Zaujani. Apa yang dimaksud Ta’yin Az Zaujani? Ialah memastikan individu yang akan dinikahi. Artinya dalam sebuah pernikahan harus diketahui secara pasti antara siapa yang menjadi suami dan siapa yang menjadi istri agar tidak terjadi kerancuan pada pihak pengantin yang akan dinikahkan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam Ta’yin Az Zaujani yaitu seorang wali yang memiliki anak lebih dari satu, wajib menyebutkan nama sang anak yang akan dinikahkan.

2. Keikhlasan dari kedua belah pihak (mempelai laki-laki dan perempuan)

Pernikahan akan menjadi sah jika kedua mempelai bersama-sama menjalankan komitmen untuk berumah tangga dan membentuk sebuah keluarga tanpa suatu unsur keterpaksaan. Seperti yang telah dijelaskan oleh sabda Rasulullah SAW berbunyi:
‘Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah atau dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahi sampai dimintai izinnya’ (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Seperti yang kita lihat, pengertian yang terkandung dari hadist diatas adalah akad nikah tidak sah apabila salah satu dari pihak yang dinikahkan tidak menyetujui adanya pernikahan tersebut.

3. Adanya wali nikah

Telah dijelaskan dalam ajaran Islam bahwa seorang wanita tidak akah sah dinikahi oleh seorang lelaki apabila tidak memiliki wali nikah. Hal tersebut telah dijelaskan didalam Sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
“ tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali” ( HR. Al-Khasamsah).
Untuk menjadi wali nasab seorang wanita dalam pernikahan merupakan kalangan asahabah yaitu kerabat dari kalangan laki-laki yang memiliki hubungan dengan si wanita yang akan dinikahkan. Seperti ayah, kakek dari pihak ayah, saudara kandung laki-laki, paman dari pihak ayah, anak laki-laki paman dari pihak ayah. Namun apabila serang wanita tersebut tidak memiliki wali nasab, maka hak untuk menjadi wali dapat dilimpahkan kepada wali hakim.

4. Adanya Saksi

Keberadaan dua saksi dalam akad nikah haruslah mampu bersikap adil dan bukan berasal dari keluarga mempelai wanita melainkan mempelai pria. Seperti yang telah dijelaskan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhum bahwasanya Rasulullah bersabda:
“ tidak ada nikah kecuali dengan dua saksi yang adil “ ( HR. Ibnu Hibban dan AL Baihaqi).

5. Tidak adanya hal yang menghalangi keabsahan dalam menikah

Syarat menikah yang sah dalam Islam yang terakhir adalah tidak adanya halangan yang menyebabkan kedua mempelai dinyatakan tidak sah menjadi suami istri. Jadi bias dikatakan bahwa untuk mencapai suatu keabsahan pernikahan kedua mempelai haru dinyatakan halal untuk menikah.
Ada beberapa hal yang dapat menghalangi keabsahan nikah, antara lain :

  • Kedua calon pengantin masih tergolong memiliki hubungan saudara sepersusuan (mahram).
  • Calon mempelai wanita masaih berada didalam masa iddah.
  • Kedua calon pengantin memiliki agama dan keyakinan berbeda.

Nah, itulah diatas syarat menikah yang sah dalam Islam. Semoga bisa menjadi sumber referensi yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *